Thursday, November 5, 2009

Puisi

Terkadang aku,
tersalah bahasa..
Tersilap kata..
Terlanjur bicara..

Justeru,
Maafkan aku..
Kerana jadi begitu..
Lidah seperti peluru
Membuat kamu keliru
Siapakah aku
Yang mana satukah itu..
Kini atau dulu..
Aku mohon maaf dari mu
Sejujur2nya aku..

Kerana,
Badan ku semakin lesu
Airmata menjadi temanku
Jiwa menjadi kaku
Memikirkan nasibku..
Yang mungkin akan meninggalkan mu…
Maafkan aku…

2 comments:

firdaus said...

andai kata membuat resah...
biarkan maaf hadir menenang...
andai raut wajah menyumbang pilu...
biarkan senyuman jadi peneman...

suka, duka, lara dan hiba... resam hidup lukisan alam... jangan dibiar sepi mendendam... carilah teman untuk luahan... jika masih terasa sebak... mengadulah, menangislah dan berbicaralah denganNya..

acapkali terasa sepi... sunyi tiada berteman... acapkali juga kita merasa hanya temanlah segala-galanya... namun sering dilupa tentang Dia... yang tak jemu-jemu membuatkan kita gembira...

walau kita sering terleka... berpaling berlalu pergi tanpa sedikit pun teringat melemparkan ingatan... namun yang pasti... kita sering diperhatikan...

ramizah said...

t.kasih daus :-)